Selasa, 03 Februari 2009

Aku ingin ayah pulang


Ayah…kata mereka (Yahudi) engkau seorang penjahat

Padahal sebenarnya engkau bukan seorang penjahat
Ayah…!! Mengapa mereka menjauhkan Engkau dariku
Mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan
Untuk menciumku walaupun hanya untuk sekali saja
Atau untuk mengusap air mata ibu
Ibu…!! Aku melihat air mata di kelopak matamu di setiap pagi,
Apakah Palestina tidak berhak diberi pengorbanan…?
Setiap hari aku bertanya pada Matahari
Ibu.., Apakah Ayah akan kembali pada suatu hari
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari kiamat
Atau dia akan mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari..?
Wahai ayah dimanakah engkau..?
Ooohh bayi-bayi yang dijajah..
Kini telah datang hari raya baru menggantikan hari raya tahun lalu
Dan bayi baru pun terlahir setelah bayi yang itu,
Dan para Syuhada berguguran setelah gugurnya Syahid yang lalu
Sedang ayah masih disembunyikan dibalik jeruji besi
Dalam sel yang mengerikan yang tidak layak dihuni oleh manusia
Mana hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara besi itu..?,
Malulah kalian……
Malulah kalian……Malulah kalian……
Aku ingin Ayah pulang.
Aku ingin Ayah pulang.
Aku ingin Ayah pulang.

Ketika Seorang Ibu Palestina Melahirkan Anaknya

(Sajak ini ditulis untuk mengenang terbunuhnya Shafia, bocah Palestinaberumur tiga tahun yang ditembak tentara Israel beberapa hari setelahtertembaknya Muhammad Al Dorrah )
Ketika seorang ibu Palestina melahirkan anaknya
Ia lantunkan suara adzan di telinga kanannya
Dan pangggilan qamat di telinga kirinya
Lantas ia tanamkan sebuah pesan suci dalam hatinya?
Anakku, ayo sebut nama Allah,Cepatlah bangkit, ambillah surgamu, ambillah mahkotamu
Yang dirampas ular bersisik bintang setan bernama ?
Israel durhaka.? Anakku, Ular itu menjijikkan ibumu, Ular itu menjijikkan seluruh umat manusia
Ular itu meresahkan dunia Cepat bunuh dia, rajam dia dengan batu-batu neraka.
Anakku, ayo sebut nama Allah, Cepatlah bangkit, ambil batu-batu itu rebutlahlah surgamu, rebutlah mahkotamu
Jangan ragu ! Jika kau mundur setapak saja
Melawan Israel durjana
Yang telah berabad-abad menjadi musuh Tuhanmu, Menjadi musuh nabimu, Menjadi musuh ibumu, Menjadi musuh ayahmu, Dan menjadi musuh saudara-saudaramu seluruh umat manusia
Jangan kau sebut aku ini ibumu.? Seketika itu satu juta pahlawan Palestina tercipta
Dengan keberanian luar biasa
Dengan dada merah menyala
Bergerak bersama-sama
Bersenjata batu-batu neraka
Siap melumat Israel durjana sejadi-jadinya
Tanpa sisa.